10 KIAT MENJADI ORANG PINTAR

1.Belajar itu memahami bukan sekedar menghapal

Ya, fungsi utama kenapa kita harus belajar adalah memahami hal-hal baru. Kita hapal 100% semua detail pelajaran, tapi yang lebih penting adalah apakah kita sudah mengerti betul dengan semua materi yang dihapal itu. Jadi sebelum menghapal, selalu usahakan untuk memahami dulu garis besar materi pelajaran.

2. Membaca adalah kunci belajar

Supaya kita bisa paham, minimal bacalah materi baru dua kali dalam sehari, yakni sebelum dan sesudah materi itu diterangkan oleh guru. Karena otak sudah mengolah materi tersebut sebanyak tiga kali jadi bisa dijamin bakal tersimpan cukup lama di otak kita.

3. Mencatat pokok-pokok pelajaran

Tinggalkan catatan pelajaran yang panjang. Ambil intisari atau kesimpulan dari setiap pelajaran yang sudah dibaca ulang. Kata-kata kunci inilah yang nanti berguna waktu kita mengulang pelajaran selama ujian.

4. Hapalkan kata-kata kunci

Kadang, mau tidak mau kita harus menghapal materi pelajaran yang lumayan banyak. Sebenarnya ini bisa disiasati. Buatlah kata-kata kunci dari setiap hapalan, supaya mudah diingat pada saat otak kita memanggilnya. Misal, kata kunci untuk nama-nama warna pelangi adalah MEJIKUHIBINIU, artinya merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila dan ungu.

5. Pilih waktu belajar yang tepat

Waktu belajar yang paling enak adalah pada saaat badan kita masih segar. Memang tidak semua orang punya waktu belajar enak yang sama lo. Tapi biasanya, pagi hari adalah waktu yang tepat untuk berkonsentrasi penuh. Gunakan saat ini untuk mengolah materi-materi baru. Sisa-sisa energi bisa digunakan untuk mengulang pelajaran dan mengerjakan pekerjaan rumah.

6. Bangun suasana belajar yang nyaman

Banyak hal yang bisa buat suasana belajar menjadi nyaman. Kita bisa pilih lagu yang sesuai dengan mood kita. Tempat belajar juga bisa kita sesuaikan. Kalau sedang bosan di kamar bias di teras atau di perpustakaan. Kuncinya jangan sampai aktivitas belajar kita mengganggu dan terganggu oleh pihak lain.

7. Bentuk Kelompok Belajar

Kalau lagi bosan belajar sendiri, bisa belajar bareng dengan teman. Tidak usah banyak-banyak karena tidak bakal efektif, maksimal lima orang. Buat pembagian materi untuk dipelajari masing-masing orang. Kemudian setiap orang secara bergilir menerangkan materi yang dikuasainya itu ke seluruh anggota lainnya. Suasana belajar seperti ini biasanya seru dan kita dijamin bakalan susah untuk mengantuk.

8. Latih sendiri kemampuan kita

Sebenarnya kita bisa melatih sendiri kemampuan otak kita. Pada setiap akhir bab pelajaran, biasanya selalu diberikan soal-soal latihan. Tanpa perlu menunggu instruksi dari guru, coba jawab semua pertanyaan tersebut dan periksa sejauh mana kemampuan kita. Kalau materi jawaban tidak ada di buku, cobalah tanya ke guru.

9. Kembangkan materi yang sudah dipelajari

Kalau kita sudah mengulang materi dan menjawab semua soal latihan, jangan langsung tutup buku. Cobalah kita berpikir kritis ala ilmuwan. Buatlah beberapa pertanyaan yang belum disertakan dalam soal latihan. Minta tolong guru untuk menjawabnya. Kalau belum puas, cari jawabannya pada buku referensi lain atau internet. Cara ini mengajak kita untuk selalu berpikir ke depan dan kritis.

10. Sediakan waktu untuk istirahat

Belajar boleh kencang, tapi jangan lupa untuk istirahat. Kalau di kelas, setiap jeda pelajaran gunakan untuk melemaskan badan dan pikiran. Setiap 30-45 menit waktu belajar kita di rumah selalu selingi dengan istirahat. Kalau pikiran sudah suntuk, percuma saja memaksakan diri. Setelah istirahat, badan menjadi segar dan otak pun siap menerima materi baru.

Universitas Pelopor dan Unggul (A Leading and Outstanding University)

Menuju Keberhasilan Studi Mahasiswa Pedoman Pengembangan Kegiatan Kemahasiswaan Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni Organisasi Kemahasiswaan Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni (FPBS) UPI tidak terlepas dari organisasi kemahasiswaan (Ormawa) serta berbagai bentuk kegiatannya, baik yang bersifat ilmiah, pengembangan bakat dan minat, bakti sosial, maupun yang bersifat religius. Bentuk ormawa yang ada di lingkungan FPBS terbagi menjadi dua tingkatan, yaitu Ormawa tingkat jurusan/program studi disebut Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) tingkat fakultas. Jumlah HMJ di FPBS sebanyak sepuluh HMJ dengan nama yang berbeda, yang masing-masing mewakili jurusan atau program studinya yaitu 1) Satrasia (Bahasa dan Sastra Indonesia), 2) Penstrada (Bahasa dan Sastra Daerah), 3) Himadikbaris/ESA (Bahasa Inggris), 4) DSV (Bahasa Jerman, 5) Kemaba (Bahasa Arab), 6) Himabaja (Bahasa Jepang), 7) AESF (Bahasa Perancis), 8) Himasra (Seni Rupa), 9) Hima Semu (Seni Musik), dan 10) Hima Star (Seni Tari). Kegiatan Ormawa yang berkembang di FPBS UPI yaitu yang bersifat Ilmiah, diantaranya adalah dengan menyelenggarakan kegiatan yang bertemakan kebahasaan dan kesastraan yang sasarannya selain mahasiswa dan dosen, juga para guru, pelajar SMA, dan masyarakat umum dengan tujuan agar peserta selain lebih mengenal serta memahami kebahasaan dan kesastraan secara lebih mendalam, juga untuk membuka cakrawala berpikir serta menambah wawasan dalam meningkatkan kualitas tentang pengetahuan kebahasaan dan kesastraan. Kegiatan ilmiah lainnya adalah dalam bidang seni yaitu berupa apresiasi seni yang tujuannya adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pengalaman empiris melalui suatu pertunjukan seni. Kegiatan ormawa yang merupakan pengembangan bakat dan minat di antaranya berupa kegiatan keolahragaan yang bersifat kompetitif vertujuan selain untuk menyalurkan bakat dan minat, juga untuk mencari serta menghimpun kader-kader atlet baru yang siap berkompetisi di ajang tingkat nasional maupun internasional. Kegiatan lainnya berupa kelompok pecinta alam FPBS (MAPAD PURPALA) yang bertujuan selain untuk menyalurkan bakat dan pembinaan mental, juga menumbuhkan kesadaran para anggotanya agar peduli terhadap lingkungan hidup dan alam sekitarnya. Kegiatan Ormawa dalam bidang Bakti Sosial dalam bentuk penyelenggaraan kegiatan Pekan Pengabdian pada Masyarakat (PPM) yang dilakukan secara rutin oleh mahasiswa FPBS dengan cara berinteraksi langsung dengan masyarakat, khusunya masyarakat desa untuk memberikan layanan berupa bantuan peningkatan mutu pendidikan serta peningkatan pengetahuan dan kualitas keagamaan dengan memunculkan kader-kader potensial di masyarakat. Kegiatan yang bersifat religius lebih ditekankan pada kegiatan untuk meningkatkan kualitas individu dengan cara pembinaan moral, intelektual, dan keimanan. Prestasi Akademik Keberhasilan Studi Mahasiswa Prestasi Akademik yang merupakan keberhasilan studi mahasiswa FPBS dirasakan makin meningkat, terbukti dengan bertambahnya jumlah lulusan FPBS yang berhasil meraih nilai yucium Cum Laude (rata-rata nilai yudisium tahun 2005 mencapai 2,98 dan tahun 2006 mencapai rata-rata 3,02). Hal tersebut didukung oleh kualitas para dosen FPBS yang rata-rata lulusan S2 dan meningkatnya jumlah lulusan S3 dari dalam dan luar negeri. Prestasi Mahasiswa (Periode 2006 - 2006) Prestasi mahasiswa FPBS baik perorangan maupun kelompok dibuktikan dengan keikutsertaannya dalam berbagai lomba kompetisi, atara lain yang merupakan Bidang Penalaran dan Keilmuan, yaitu partisipasi mahasiswa FPBS dalam Kompetisi Pemikiran Kritis Mahasiswa (KPKM) tingkat Nasional yang diselenggarakan di Bali (2007), keikutsertaan mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris FPBS dalam Lomba Debat Bahasa Inggris Tingkat Nasional (2007), dikirmkannya tiga orang mahasiswa dari FPBS untuk mengikuti Lomba Karya Tulis Ilmiah Bidang Seni Tingkat Nasional (2007), dan Juara I dalam seleksi dan Presentasi Mahasiswa Berprestasi Tingkat UPI (2007) untuk diikutsertakan dalam Seleksi dan Presentasi Mahasiswa. Sedangkan kegiatan lain yang merupakan kegiatan ekstrakulikuler yaitu dengan diraihnya Juara I (Regional Jabar) Spin Modification Contest yang diselnggarakan oleh SUZUKI (2006), Juara I Lomba Pasanggiri Mojang Jajaka Jabar 2006 yang diselenggarakan DISBUDPAR, Juara Umum Putra Duta Bahasa Propinsi Jabar yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Bandung (2006), Juara III Duta Bahasa Tingkat Nasionalyang diselenggarakan oleh Pusat Bahasa Diknas (2006), Juara II Lomba Desain Identitas Fauna Jabar (2006, katagori Lomba Maskot) yang diselenggarakan oleh PEMDA Jabar melalui Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Juara Sepuluh Besar dalam PIMNAS XIX 2006 yang diselnggarakan oleh Dirjen Dikti Depdiknas bekerjasama dengan Universitas Muhammadiyah Malang, dan Juara II Kotex Tour de Future yang diselnggarakan di Bandung oleh PT Kiberly-Lever Indonesia (2006). FPBS UPI akan memiliki fasilitas pendidikan berstandar internasional (bantuan Islamic Development Bank) berupa gedung baru lima lantai yang akan dipergunakan untuk perkuliahan, ruang praktek seni Tari dan seni Musik, Kantor Jurusan, ruang Pimpinan, dan ruang staf administrasi. FPBS selain dilengkapi dengan Laboratorium Bahasa, juga dilengkapi dengan peralatan multi media. Dengan adanya fasilitas tersebut diharapkan semua pihak di lingkungan FPBS dapat memanfaatkan fasilitas yang ada secara optimal, menjaga keamanan dan ketertiban, serta memelihara kebersihan, sehingga tercipta suasana serta kenyamanan kampus. (Pedoman Pengembangan Kegiatan Kemahasiswaan UPI).